Jumat, 18 Maret 2016

Sejarah Kurikulum TK 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

Sejarah Kurikulum TK 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
By : Risa Nurul Ain

            Landasan pengembagan Kurikulum 2004 ini sebagai penyempurna dan melengkapi kekurangan kurikulum sebelumnya, pada tahun 2001 kurikulum 2004 berada pada tahapan uji coba pelaksanaannya. Kurikulkum berbasis kompetensi ini setelah berhasil di sempurnakan maka pada tahun 2002 Pusat Kurikulum menerbitkan Kurikulum dan hasil belajar-Kompetensi Dasar PAUD untuk usia 4-6 tahun.
            Kurikulum ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya, tetapi kurikulum 2004 memiliki khas dibandingkan dengan kurikulum 1994, yaitu, bagaimana anak mampu belajar didalam kelas dengan peserta didik di kondisikan dalam proram semester, tidak hanya itu, dalam kurikulum ini anak dituntut untuk menjadi aktif dalam setiap aspek perkembangan yang mereka butuhkan, guru  hanya sebagai fasilitator atau motivasi bagi peserta didik dalam kegiatan proses belajar mengajar indoor maupun outdoor. Sehingga kebutuhan dan karakteristik belajar anak (DAP = Developmentally Appropriate Practices) dapat memperhatikan seluruh dimensi tumbuhkembang anak secara menyeluruh (holistik), jadi proses dan hasil dari tindakan pengembangan lebih akan bermakna dan berfungi bagi kehidupan anak kedepannya.
            Usia anak 4-6 tahun termaksud usia yang memasuki prasekolah, anak mulai sensitive akan lingkungan yang berada disekitanya, sehingga mereka berusaha untuk dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mengembangkan setiap aspek pada anak dapat ditanamkan pada anak dengan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Dalam meningkatkan setiap aspek pada anak ini, membutuhkan kerjasama dengan keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar, seperti pendidik,orangtua, dan orang dewasa lain untuk memberikan stimulas agar anak dapat berkembang secara optimal.
Berdasarkan tujuan yang dimiliki oleh Kurikuum 2004 adalah anak diharapkan untuk dapat diarahkan agar dapat membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nila-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar selanjutnya.
Sistem Penyajian dalam program pembelajaran di TK meliputi dua bidang pengembangan, yaitu :
A.    pembentukan perilaku melalui pembiasaan
·         kegiatan Rutin
·         kegiatan Spontan
·         Pemberian Teladan
·         KIegiatan Program
B.     pengembangan kemampuan dasar
·         Berbahasa
·         Kognitif
·         Fisik/Motorik
·         Seni

Guru dapat memilih model pembelajaran untuk peserta didik. Proses pembelajaran yang dilakukan dalam kelas dapat dilakukan dengan berbagai ragam dan metode yaitu ;
1.    Pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman
2.    Pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut pengaman
3.    Pembelajaran berdasarkan minat,
            Seluruh model pembelajaran ini dapat diberikan kepada peserta didik secara aktif, sehingga anak juga dapat memahami penyampaian informasi yang diberikan guru, maka dalam proses penyampaiaan ini guru harus mampu menyusun strategi dalam pembelajaran yang tepat pada anak dengan menyusun perencanaan. Perencanaan yang dibuat sesuai dengan usia anak, perencanaan tahunan, semester, mingguan dan bahkan harian. Contoh satuan kegiatan harian dapat di unduh di webside Puskur.
            Pembelajaran di TK yang ditanamkan pada anak usia dini, dapat dikaitkan dengan prinsip-prinsip yang memang udah ada pada anak, dan dikembangkan dan dikaitkan dalam proses pembelajaran di TK yang meliputi:
1.        Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain
2.        Pembelajaran berorientasi pada perkembangan anak
3.        Pembelajaran berorientasi pada kebutuhan anak
4.        Pembelajaran berpusat pada anak
5.        Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik
6.        Kegiatan pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)
7.        Pembelajaran mengembangkan kecakapan hidup
8.        Pembelajaran didukung oleh lingkungan yang kondusif
9.        Pembelajaran yang demokratis
10.    Pembelajaran yang bermakna
            Melakukan penilaian pada TK, agar mengetahui sejauh mana tingkat pecapaian dan perkembangan peserta didik dengan optimal yaitu melalui:
o   Pengamatan (observasi) adalah suatu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yang disususn berdasarkan pengamatan langsung terhadap aktivitas anak
o   Catatan anakdot adalah catatan tentang aktivitas anak baik yang positif maupun negatif ( catatan rupa-rupa)
o   Pemberian tugas merupakan penilaian terhadap hasil pekerjaaan/ buatan anak, perilaku anak melalui pembiasaan dan hasil percakapan anak tentang pengetahuan yang telah didapatkan anak.
Sehingga bentuk penilaian pada peserta didik tanpa adanya pengaruh dari oranglain, dan benar-benar realitas yang ada pada diri anak, kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki anak dalam pencapaian tinggkat perkembangan dan pertumbuhan sesuai dengan tahapan perkembangan umur anak, dan setiap aspek yang berkembang di catat dengan deskripsi yang berbentuk uraian sederhana dalam catatan penilaian anak usia dini.

Sumber : Sejarah TK Puskur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar