Sejarah Kurikulum TK 2004 (Kurikulum Berbasis
Kompetensi)
By : Risa Nurul Ain
Landasan pengembagan Kurikulum 2004
ini sebagai penyempurna dan melengkapi kekurangan kurikulum sebelumnya, pada
tahun 2001 kurikulum 2004 berada pada tahapan uji coba pelaksanaannya.
Kurikulkum berbasis kompetensi ini setelah berhasil di sempurnakan maka pada
tahun 2002 Pusat Kurikulum menerbitkan Kurikulum dan hasil belajar-Kompetensi
Dasar PAUD untuk usia 4-6 tahun.
Kurikulum ini sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan kurikulum sebelumnya, tetapi kurikulum 2004 memiliki khas
dibandingkan dengan kurikulum 1994, yaitu, bagaimana anak mampu belajar didalam
kelas dengan peserta didik di kondisikan dalam proram semester, tidak hanya
itu, dalam kurikulum ini anak dituntut untuk menjadi aktif dalam setiap aspek
perkembangan yang mereka butuhkan, guru
hanya sebagai fasilitator atau motivasi bagi peserta didik dalam
kegiatan proses belajar mengajar indoor
maupun outdoor. Sehingga kebutuhan dan karakteristik belajar anak (DAP =
Developmentally Appropriate Practices) dapat memperhatikan seluruh dimensi
tumbuhkembang anak secara menyeluruh (holistik), jadi proses dan hasil dari
tindakan pengembangan lebih akan bermakna dan berfungi bagi kehidupan anak
kedepannya.
Usia anak 4-6 tahun termaksud usia
yang memasuki prasekolah, anak mulai sensitive akan lingkungan yang berada
disekitanya, sehingga mereka berusaha untuk dapat mengembangkan potensi yang
mereka miliki. Mengembangkan setiap aspek pada anak dapat ditanamkan pada anak
dengan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri,
disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Dalam meningkatkan
setiap aspek pada anak ini, membutuhkan kerjasama dengan keluarga, sekolah
maupun lingkungan sekitar, seperti pendidik,orangtua, dan orang dewasa lain
untuk memberikan stimulas agar anak dapat berkembang secara optimal.
Berdasarkan
tujuan yang dimiliki oleh Kurikuum 2004 adalah anak diharapkan untuk dapat diarahkan
agar dapat membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan
fisik yang meliputi moral dan nila-nilai agama, sosial emosional, kognitif,
bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan
dasar selanjutnya.
Sistem Penyajian dalam program pembelajaran di TK meliputi dua bidang
pengembangan, yaitu :
A. pembentukan
perilaku melalui pembiasaan
·
kegiatan Rutin
·
kegiatan Spontan
·
Pemberian Teladan
·
KIegiatan Program
·
Berbahasa
·
Kognitif
·
Fisik/Motorik
·
Seni
Guru dapat memilih model pembelajaran
untuk peserta didik. Proses pembelajaran yang dilakukan dalam kelas dapat
dilakukan dengan berbagai ragam dan metode yaitu ;
1. Pembelajaran
kelompok dengan kegiatan pengaman
2.
Pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut
pengaman
3. Pembelajaran
berdasarkan minat,
Seluruh
model pembelajaran ini dapat diberikan kepada peserta didik secara aktif,
sehingga anak juga dapat memahami penyampaian informasi yang diberikan guru,
maka dalam proses penyampaiaan ini guru harus mampu menyusun strategi dalam
pembelajaran yang tepat pada anak dengan menyusun perencanaan. Perencanaan yang
dibuat sesuai dengan usia anak, perencanaan tahunan, semester, mingguan dan
bahkan harian. Contoh satuan kegiatan harian dapat di unduh di webside Puskur.
Pembelajaran
di TK yang ditanamkan pada anak usia dini, dapat dikaitkan dengan
prinsip-prinsip yang memang udah ada pada anak, dan dikembangkan dan dikaitkan
dalam proses pembelajaran di TK yang meliputi:
1.
Bermain
sambil belajar dan belajar seraya bermain
2.
Pembelajaran berorientasi pada perkembangan anak
3.
Pembelajaran berorientasi pada kebutuhan anak
4.
Pembelajaran berpusat pada anak
5.
Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik
6.
Kegiatan pembelajaran
yang PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)
7.
Pembelajaran
mengembangkan kecakapan hidup
8.
Pembelajaran
didukung oleh lingkungan yang kondusif
9.
Pembelajaran
yang demokratis
10. Pembelajaran yang bermakna
Melakukan
penilaian pada TK, agar mengetahui sejauh mana tingkat pecapaian dan
perkembangan peserta didik dengan optimal yaitu melalui:
o
Pengamatan (observasi) adalah suatu cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data yang disususn berdasarkan pengamatan langsung terhadap
aktivitas anak
o
Catatan anakdot adalah catatan tentang aktivitas anak baik yang
positif maupun negatif ( catatan rupa-rupa)
o
Pemberian tugas merupakan penilaian terhadap hasil pekerjaaan/
buatan anak, perilaku anak melalui pembiasaan dan hasil percakapan anak tentang
pengetahuan yang telah didapatkan anak.
Sehingga bentuk penilaian pada peserta didik tanpa adanya pengaruh
dari oranglain, dan benar-benar realitas yang ada pada diri anak, kekurangan
maupun kelebihan yang dimiliki anak dalam pencapaian tinggkat perkembangan dan
pertumbuhan sesuai dengan tahapan perkembangan umur anak, dan setiap aspek yang
berkembang di catat dengan deskripsi yang berbentuk uraian sederhana dalam
catatan penilaian anak usia dini.
Sumber : Sejarah TK Puskur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar