Pemberdayaan Peranan Perempuan Dalam Membangun Indonesia
Setelah era reformasi peranan
kaum perempuan
mendapat
kesempatan mengembangkan berbagai hak baik dalam pendidikan maupun politiknya dibanding Orde baru. Hal ini sangat membantu kaum
perempuan pada umumnya, tanpa mengucilkan identitasnya sebagai perempuan secara
lahiriah. Dari segi kuantitas jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak
dibandingkan dengan jumlah laki-laki. Peran perempuan memiliki potensi yang
sangat besar sama halnya dengan laki-laki. Namun peranan tersebut masih belum dapat
dimaksimalkan oleh pemerintah. Sementara hal yang
dilakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan serta memberdayakan kaum
perempuan saat ini hanya dengan mengikut
sertakan perempuan dalam berpartisipasi misalnya dalam politik yang bukan dari kesadaran diri sendiri untuk
terjun langsung dalam politiknya, melainkan karena dimobilisir oleh pihak-pihak
yang ingin mengambil keuntungan. Lebih ironisnya
masyarakat belum diberikan pemahaman dan pemberdayaan seputar peran perempuan
Indonesia sebagai salah satu unit terpenting dalam membangun Indonesia.
Upaya
seharusnya pemerintah perlu lakukan dalam memahamkan masyarakat, pemerintah
perlu untuk mengajak, menyadarkan, memberdayakan dan melibatkan segenap
masyarakat Indonesia mengenai peranan perempuan dalam membangun Indonesia.
Pemahaman awal dan proses utama dalam menyadarkan masyarakat tentang peranan
perempuan yaitu dalam pendidikan. Banyak penelitian dan kajian yang membuktikan
bahwa kualitas suatu bangsa ditentukan dari keikut sertaan perempuan dibaliknya.
Maka dari itu pemerintah semestinya mulai memperkenalkan hal-hal yang berkaitan
dengan berbagai strategi tentang bagaimana
mengembangkan peran perempuan Indonesia. Peranan perempuan pada tulisan ini
akan menguraikan tentang apa sesungguhnya yang dipermasalakan dalam pendidikan pemberdayaan
peranan perempuan dalam membangun Indonesia dan strategi apa saja untuk
pengembangan peran perempuan serta upaya-upaya pemberdayaan peranan perempuan.
Adapun kiat-kiat permasalahan pendidikan
terhadap pemberdayaan peranan perempuan diantaranya :
a. Dimensi Evaluatif Global Diri Perempuan
Dimensi
Evaluatif Global diri perempuan ini membahas tentang Harga diri dari perempuan.
Harga diri perempuan juga mengacu pada nilai diri atau citra diri. Perempuan
hendaknya memiliki dimensi pada harga diri karna hal itu merupakan komponen
penting dalam menuntun sikap dan kepribadian yang menjadi kunci keberhasilan
dalam kehidupan perempuan.
b. Tidak Memiliki Konsep diri yang Utuh
Mengenai konsep diri perempuan sebagai komponen penting kepribadian
yang mengacu pada pada evaluasi bidang spesifik dari diri sendiri khususnya
diri seorang perempuan. Hal ini terkait dengan bidang akademik, penampilan,
atletik dan lain-lain, Konsep diri terhadap perempuan seperti hal tersebut
merupakan jembatan bagi keberhasilan perempuan dalam kehidupannya. Akan tetapi,
hal dalam konsep diri tersebut masih belum utuh. Misalnya dalam kaitan dengan pekerjaan
perempuan yang dianggal selalu dirumah.
c. Diskriminasi terhadap Perempuan
Diskriminasi
terhadap pembagian pekerjaan yang membuat perempuan merasa tidak memiliki hak
untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi. Persoalannya timbul ketika jenis
pekerjaan yang dikuasai oleh perempuan tersebut selalu dinilai lebih rendah.
Contohnya, perempuan sebagai pembantu rumah tangga, hal ini mayoritas dikuasai
oleh perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya target-target pencapaian atau
indikator tertentu yang menjamin adanya kesempatan yang adil bagi perempuan. Namun
apabila melihat fakta dilapangan seringkali perempuan Indonesia masih mengalami
ancaman, intimidasi, dan segala bentuk diskriminasi yang sangat jelas sekali
membuat perempuan tidak dapat mengembangkan dirinya.
d. Minimnya nilai Karakter pada
Perempuan
Pendidikan
karakter penting ditanamkan untuk perempuan karena pendidikan karakter memiliki
esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral atau pendidikan akhlak. Contohnya
saja karena anggapan bahwa perempuan emosional, maka ia tidak bisa memimpin,
sehingga sering ditempatkan pada posisi yang tidak penting. Keadaan
emosional seorang perempuan ketika mendapat suatu nilai yang bermakna secara
psikologis memberikan pengaruh seberapa kuat nilai tersebut tertanam pada orang
lain disekitarnya. Hal ini perlu disadari oleh setiaporang khusunya perempuan.
Untuk mengatasi permasalahan pendidikan terhadap pengembangan
peranan perempuan , strategi pemberdayaan peran perempuan yang semestinya
dilakukan diantaranya :
1. Perempuan hendaknya Sebagai Figur
Otoritas
Figur otoritas
merupakan figur yang memiliki otoritas, baik fisik maupun mental. Perempuan
sebagai figur yang mampu memberikan pengaru kuat bagi seseorang untuk
menanamkan suatu nilai atau konsep dalam jiwa semua orang. Masyarakat dahulu
banyak beranggapan bahwa tugas utama perempuan adalah melayani suami seingga
tidak perlu untuk mendapatkan maupun menempuh pendidikan yang tinggi. Maka dari itu pendidikan pada kaum perempuan
dinomorduakan. Padahal, untuk bisa menjadi figur otoritas, pendidikan sangat
diperlukan oleh perempuan. Hal ini bisa dibuktikan perbedaan bagi kaum
perempuan yang terdidik dan yang tidak mendapatkan pendidikan. Ketika berumah
tangga menjadi seorang istri atau menjadi seorang ibu untuk menjadi Figur yang
baik bagi suami ataupun anaknya masih belum optimal tergantung dengan seberapa
jauh kualitas pendidikannya yang pernah ditempuh.
2. Pentingnya Pendidikan pada Generasi
Perempuan
Ilmu
pengetahuan yang di dapat di bangku kuliah terkadang masih belum cukup mampu
untuk membentuk sikap mental perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun
juga untuk keperluan adaptasi dengan lingkungan, merupakan syarat bagi
kelangsungan hidup bersama. Pendidikan dunia banyak memperbincangkan tentang
pendidikan perempuan dalam berbagai aspek. Di dalam kehidupan bermasyarakat pendidikan
sangat berperan, karna akan tampak di dalam tingkah laku yang dipelajari,
terdapat unsur penting pada eksistensi, dimulai dari struktur sosial,
pengawasan sosial, hingga standar sosial. Pendidikan perempuan juga sebagai
salah satu sumber daya manusia yang diperlukan untuk mengisi sektor tenaga
kerja dalam membangun Indonesia.
3. Pentingnya Pendidikan Kepemimpinan
untuk Perempuan
Pendidikan
kepemimpinan tidak hanya bagi kaum laki-laki saja tetapi perempuan juga perlu
memahami pengetahuan kepemimpinan yang efektifuntuk menciptakan generasi perempuan
yang professional. Hal tersebut juga dibutuhkan bagi kaum perempuan untuk
memberdayakan serta meningkatkan potensi kinerjanya. Pendidikan
kepemimpinan untuk perempuan menjadikan perempuan memiliki kualitas komunikasi
yang efektif, dan memiliki nilai-nilai profesionalisme dan keberanian untuk
menyelesaikan masalah dan tantangan yang ada.
Upaya –Upaya peningkatan pemberdayaan dan peranan perempuan
yaitu dengan mengusahakan pemampuan perempuan untuk memperoleh akses dan
kontrol terhadap sumberdaya lingkungan, ekonomi, politik, sosial dan budaya
agar perempuan dapat mengatur diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi
aktif untuk memecahkan masalah pembangunan Indonesia ini. Salah satu
penghambat yaitu ketidaksetaraan gender menyebabkan banyak ketidakadilan
terhadap perempuan yang dicirikan oleh masih adanya bentuk diskriminasi.
Sehingga menurut saya pemberdayaan peranan perempuan dalam membangun Indonesia masih
perlu dilakukan seiring berkembangnya zaman yang semakin modern maka partisipasi
perempuan dalam proses pembangunan dalam hal mengakses dan mengontrol sumber
daya, dan dalam hal kepemimpinan. Ketertinggalan kaum perempuan dalam hal ini
hendaknya mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah pada khususnya maupun
masyarakat pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar