Rabu, 09 Maret 2016

Pemberdayaan Peranan Perempuan dalam membangun Indonesia

Pemberdayaan Peranan Perempuan Dalam Membangun Indonesia

Setelah era reformasi peranan kaum perempuan mendapat kesempatan mengembangkan berbagai hak baik dalam pendidikan maupun politiknya dibanding Orde baru. Hal ini sangat membantu kaum perempuan pada umumnya, tanpa mengucilkan identitasnya sebagai perempuan secara lahiriah. Dari segi kuantitas jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan jumlah laki-laki. Peran perempuan memiliki potensi yang sangat besar sama halnya dengan laki-laki. Namun peranan tersebut masih belum dapat dimaksimalkan oleh pemerintah. Sementara hal yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan serta memberdayakan kaum perempuan saat ini hanya  dengan mengikut sertakan perempuan dalam berpartisipasi misalnya dalam politik  yang bukan dari kesadaran diri sendiri untuk terjun langsung dalam politiknya, melainkan karena dimobilisir oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Lebih ironisnya masyarakat belum diberikan pemahaman dan pemberdayaan seputar peran perempuan Indonesia sebagai salah satu unit terpenting dalam membangun Indonesia.
Upaya seharusnya pemerintah perlu lakukan dalam memahamkan masyarakat, pemerintah perlu untuk mengajak, menyadarkan, memberdayakan dan melibatkan segenap masyarakat Indonesia mengenai peranan perempuan dalam membangun Indonesia. Pemahaman awal dan proses utama dalam menyadarkan masyarakat tentang peranan perempuan yaitu dalam pendidikan. Banyak penelitian dan kajian yang membuktikan bahwa kualitas suatu bangsa ditentukan dari keikut sertaan perempuan dibaliknya. Maka dari itu pemerintah semestinya mulai memperkenalkan hal-hal yang berkaitan dengan berbagai strategi tentang bagaimana mengembangkan peran perempuan Indonesia. Peranan perempuan pada tulisan ini akan menguraikan tentang apa sesungguhnya yang dipermasalakan dalam pendidikan pemberdayaan peranan perempuan dalam membangun Indonesia dan strategi apa saja untuk pengembangan peran perempuan serta upaya-upaya pemberdayaan peranan perempuan.
Adapun kiat-kiat permasalahan pendidikan terhadap pemberdayaan peranan perempuan diantaranya :
a.       Dimensi Evaluatif Global Diri Perempuan
Dimensi Evaluatif Global diri perempuan ini membahas tentang Harga diri dari perempuan. Harga diri perempuan juga mengacu pada nilai diri atau citra diri. Perempuan hendaknya memiliki dimensi pada harga diri karna hal itu merupakan komponen penting dalam menuntun sikap dan kepribadian yang menjadi kunci keberhasilan dalam kehidupan perempuan.
b.      Tidak Memiliki Konsep diri yang Utuh
Mengenai konsep diri perempuan sebagai komponen penting kepribadian yang mengacu pada pada evaluasi bidang spesifik dari diri sendiri khususnya diri seorang perempuan. Hal ini terkait dengan bidang akademik, penampilan, atletik dan lain-lain, Konsep diri terhadap perempuan seperti hal tersebut merupakan jembatan bagi keberhasilan perempuan dalam kehidupannya. Akan tetapi, hal dalam konsep diri tersebut masih belum utuh. Misalnya dalam kaitan dengan pekerjaan perempuan yang dianggal selalu dirumah.
c.       Diskriminasi terhadap Perempuan
Diskriminasi terhadap pembagian pekerjaan yang membuat perempuan merasa tidak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi. Persoalannya timbul ketika jenis pekerjaan yang dikuasai oleh perempuan tersebut selalu dinilai lebih rendah. Contohnya, perempuan sebagai pembantu rumah tangga, hal ini mayoritas dikuasai oleh perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya target-target pencapaian atau indikator tertentu yang menjamin adanya kesempatan yang adil bagi perempuan. Namun apabila melihat fakta dilapangan seringkali perempuan Indonesia masih mengalami ancaman, intimidasi, dan segala bentuk diskriminasi yang sangat jelas sekali membuat perempuan tidak dapat mengembangkan dirinya.
d.      Minimnya nilai Karakter pada Perempuan
Pendidikan karakter penting ditanamkan untuk perempuan karena pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral atau pendidikan akhlak. Contohnya saja karena anggapan bahwa perempuan emosional, maka ia tidak bisa memimpin, sehingga sering ditempatkan pada posisi yang tidak penting. Keadaan emosional seorang perempuan ketika mendapat suatu nilai yang bermakna secara psikologis memberikan pengaruh seberapa kuat nilai tersebut tertanam pada orang lain disekitarnya. Hal ini perlu disadari oleh setiaporang khusunya perempuan.
Untuk mengatasi  permasalahan pendidikan terhadap pengembangan peranan perempuan , strategi pemberdayaan peran perempuan yang semestinya dilakukan diantaranya :
1.      Perempuan hendaknya Sebagai Figur Otoritas
Figur otoritas merupakan figur yang memiliki otoritas, baik fisik maupun mental. Perempuan sebagai figur yang mampu memberikan pengaru kuat bagi seseorang untuk menanamkan suatu nilai atau konsep dalam jiwa semua orang. Masyarakat dahulu banyak beranggapan bahwa tugas utama perempuan adalah melayani suami seingga tidak perlu untuk mendapatkan maupun menempuh pendidikan yang tinggi.  Maka dari itu pendidikan pada kaum perempuan dinomorduakan. Padahal, untuk bisa menjadi figur otoritas, pendidikan sangat diperlukan oleh perempuan. Hal ini bisa dibuktikan perbedaan bagi kaum perempuan yang terdidik dan yang tidak mendapatkan pendidikan. Ketika berumah tangga menjadi seorang istri atau menjadi seorang ibu untuk menjadi Figur yang baik bagi suami ataupun anaknya masih belum optimal tergantung dengan seberapa jauh kualitas pendidikannya yang pernah ditempuh.
2.      Pentingnya Pendidikan pada Generasi Perempuan
Ilmu pengetahuan yang di dapat di bangku kuliah terkadang masih belum cukup mampu untuk membentuk sikap mental perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun juga untuk keperluan adaptasi dengan lingkungan, merupakan syarat bagi kelangsungan hidup bersama. Pendidikan dunia banyak memperbincangkan tentang pendidikan perempuan dalam berbagai aspek. Di dalam kehidupan bermasyarakat pendidikan sangat berperan, karna akan tampak di dalam tingkah laku yang dipelajari, terdapat unsur penting pada eksistensi, dimulai dari struktur sosial, pengawasan sosial, hingga standar sosial. Pendidikan perempuan juga sebagai salah satu sumber daya manusia yang diperlukan untuk mengisi sektor tenaga kerja dalam membangun Indonesia.
3.      Pentingnya Pendidikan Kepemimpinan untuk Perempuan
Pendidikan kepemimpinan tidak hanya bagi kaum laki-laki saja tetapi perempuan juga perlu memahami pengetahuan kepemimpinan yang efektifuntuk menciptakan generasi perempuan yang professional. Hal tersebut juga dibutuhkan bagi kaum perempuan untuk memberdayakan serta meningkatkan potensi kinerjanya. Pendidikan kepemimpinan untuk perempuan menjadikan perempuan memiliki kualitas komunikasi yang efektif, dan memiliki nilai-nilai profesionalisme dan keberanian untuk menyelesaikan masalah dan tantangan yang ada.
Upaya –Upaya peningkatan pemberdayaan dan peranan perempuan yaitu dengan mengusahakan pemampuan perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumberdaya lingkungan, ekonomi, politik, sosial dan budaya agar perempuan dapat mengatur diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif untuk memecahkan masalah pembangunan Indonesia ini.  Salah satu penghambat yaitu ketidaksetaraan gender menyebabkan banyak ketidakadilan terhadap perempuan yang dicirikan oleh masih adanya bentuk diskriminasi. Sehingga menurut saya pemberdayaan peranan perempuan dalam membangun Indonesia masih perlu dilakukan seiring berkembangnya zaman yang semakin modern maka partisipasi perempuan dalam proses pembangunan dalam hal mengakses dan mengontrol sumber daya, dan dalam hal kepemimpinan. Ketertinggalan kaum perempuan dalam hal ini hendaknya mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar