JAJAN
SEMBARANGAN
Oleh
: Risa Nurul Ain
Pagi
hari yang cerah, Bonbon si tupai kecil sedang berangkat ke sekolah bersama Kora
si kura-kura temannya. Mereka bersenda gurau selama dalam perjalanan menuju ke
sekolah, sesekali Bonbon berlari meninggalkan Kora yang berjalan sangat pelan.
“Hai Kora apa kamu
tidak bisa jalan lebih cepat? Nanti kita akan terlambat sampai ke sekolah” kata
Bonbon
“Tidak apa-apa Bonbon,
kamu kan tahu kalau aku tidak bisa berlari seperti dirimu” balas Kora
Sampai
di sebuah tikungan, Bonbon berhenti karena melihat penjual makanan yang sedang
menjajakan makanan di pinggir jalan. Bonbon berlari untuk melihat dagangan yang
dijual, padahal makanan yang dijual itu tidak ditutupi. Tentu saja, debu
kendaraan bermotor banyak menempel di makanan itu. Bahkan banyak lalat yang
hingga di atasnya.
“Wah, penjual ini
menjual nasi dan sayuran juga makanan-makanan kecil lainnya, nanti waktu
istirahat sekolah aku mau beli, karena tadi pagi aku belum sarapan” kata Bonbon
dalam hati
Lalu Bonbon menghampiri Kora dan
mengajaknya jajan nanti ketika istirahat sekolah
“Kora apa kamu bawa
uang jajan hari ini?”tanya Bonbon
“Tidak Bon, aku tidak
pernah membawa uang jajan, memangnya kenapa?” jawab Kora
“Wah padahal nanti
sewaktu istirahat aku mau mengajak mu membeli makanan yang ada di tikungan
dekat sekolah itu, sepertinya makanan disana enak”seru Bonbon
“Tidak ah..aku sudah
membawa bekal dari rumah. Mama sudah menyiapkan makanan agar aku tidak jajan
sembarangan di sekolah”balas Kora
“Payah masih bawa
bekal. Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku beli sendiri saja”teriak Bonbon
sambil meninggalkan Kora
Di
dalam kelas Bu Guru sedang memberi cerita tentang makanan sehat yang sebaiknya
di makan oleh anak-anak agar tubuh menjadi sehat. Bu Guru meminta anak untuk
tidak jajan sembarangan seperti di pinggir jalan karena dapat membuat anak
sakit. Bonbon tidak mendengarkan penjelasan dari Bu Guru karena dia sedang
membayangkan makanan apa saja yang akan dibelinya nanti.
Bel
istirahat akhirnya berbunyi. Bonbon pun berlari ke tempat penjual makanan di
tikungan jalan, tetapi di depan kelas dia bertemu dengan Kora. Kora bertanya
“Mau kemana kamu Bon
kok buru-buru”
“Aku mau membeli
makanan di warung yang ada di tikungan tadi, apa kamu mau ikut?”jawab Bonbon
“Loh apa kamu tidak
dengar yang B Guru katakan? Makanan yang dijual di pinggir jalan itu tidak
sehat dan bisa membuat kita sakit”jelas Kora
“Bu Guru kan tidak tahu
kalau aku jajan disana, lagipula aku sudah sangat lapar jadi aku mau kesana.
Kamu mau ikut tidak?kalau tidak ya sudah aku jalan dulu”kata Bonbon
“Ya sudah terserah
kamu. Nanti kalau kamu sakit rasakan saja sendiri, aku tidak ikut karena aku
mau makan bekal yang aku bawa dari rumah”jawab Kora
Tanpa
mendengar jawaban dari Kora, Bonbon sudah berlari ke pinggir jalan dekat
tikungan untuk membeli makanan, disana dia segera memesan nasi dan sayur lalu
makan dengan lahap. Padahal di sekitarnya banyak sekali kendaraan
berlalu-lalang, bahkan makanan yang dia makN pun banyak dihinggapi oleh debu
dan lalat. Setelah selesai makan Bonbon segera kembali ke sekolah dan mengikuti
kegiatan sampai selesai.
Sesampainya
di rumah, ibu Bonbon merasa sangat khawatir karena sedari pulang sekolah Bonbon
selalu ke kamar mandi. Setiap di tanya Bonbon hanya menjawab kalau sedang sakit
perut dan diare. Ibu Bonbon tidak tahu kalau tadi Bonbon jajan sembarangan.
Memang Bonbon tidak bercerita kepada ibunya jika dia jajan di pinggir jalan.
Bonbon juga tidak pernah mau membawa bekal yang sudah disiapkan ibunya, dia
memilih meminta uang jajan.
Sore
itu Kora pergi ke rumah Bonbon untuk mengajak Bonbon bermain, tetapi begitu
sampai di rumah Bonbon dia mendapati temannya itu sedang tiduran sambil
memegangi perutnya
“Loh kamu kenapa
Bon?”tanya Kora
“Aku
tidak tahu, tapi perutku sakit sekali dari tadi aku diare”jawab Bonbon
“Apa kamu sudah minum
obat??tadi memangnya kamu makan apa?”tanya Kora
“Ya aku sudah minum
obat. Tadi aku makan dari penjual yang ada di pinggir jalan itu loh”jawab
Bonbon
“Kan sudah aku bilang
kalau jajan sembarangan itu akan membuat kamu sakit. Sekarang kamu percaya
kan”ledek Kora
“Ya aku percaya. Mulai
besok aku mau membawa bekal yang disipkan ibuku saja. Aku sudah tidak mau jajan
sembarangan lagi”janji Bonbon. Setelah itu Bonbon dan Kora tidak pernah jajan
sembarangan. Mereka selalu makan bersama bekal yang mereka bawa dari rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar