Akhir -akhir ne, saya
suka sekali membahas terkait dengan cirri khas daerahku, biar semua ornag tau
aja, bahwa Bima tu banyaak yang menarik tau. :D
Iyaa, iyaa, saya tahu kok pasti pakaian
adat kalian ngk kalah bagus dan menariknya dari pakaian adatku. Ini salah satu
pakaian adat ku gays,ini fotonya saya dengan salah satu sahabatku, namanya Siti
Masyitha, iya dia orang Bima juga pastinya sama dengan saya, ini adalah pakaian
adat khas Bima NTB. Pakaian adat ini biasa digunakan pada masa-masa kerajaan
dulu. Ya udah deh yuk kita bahas mengapa ada 2 cara pemakaian yang berbeda ?
Berbicara mengenai
pakaian adat masyrakat Suku Bima atau Dou Mbojo, tidak bisa terlepas dari
pengaruh kerajaan Bima yang merupakan kerajaan Islam yang tersohor di Nusantara
bagian timur. Pengaruh budaya Islam terhadap kebudayaan masyarakat Bima
sangat besar. Oleh karena itu, keberadaan pakaian adat Bima tidak bisa lepas
dari sejarah perkembangan Islam di masa lalu.
Nah pakaian adat yang di foto itu namnya Rimpu,
pakaian adat perempuan Suku Bima ini merupakan bukti besarnya pengaruh
kebudayaan Islam di Bima. Dari segi bentuk, rimpu sering diidentikan dengan
mukena, yaitu pakaian yang dikenakan perempuan muslim ketika melaksanakan
shalat.
Satu set Rimpu terdiri
dari dua bagian, sebagai penutup kepala sampai perut dan penutup perut sampai
kaki (seperti rok perempuan pada umumnya). Secara fungsi rimu dibagi menjadi
dua jenis, rimpu cili dan rimpu colo. Rimpu cili
khusus untuk perempuan Bima yang belum menikah, bentuknya seperti mukena dengan
bahan sarung tenun khas Bima, hanya saja pada bagian atas rimpu cili, yang
terbuka adalah sepasang mata pemakainya saja. Sedangkan rimpu colo, digunakan
oleh kaum ibu yang sudah menikah. Rimpu colo menutup seluruh bagian tubuh
kecuali wajah pemakainya.
Secara umum, pakaian
adat Bima memiliki nilai-nilai ajaran Islam. Pakaian adat bima berfungsi
sebagai penutup aurat. Selain sebagai pakaian sehari-hari busana adat Bima bisa
difungsikan sebagai pakaian ketika melaksanakan shalat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar