Sebelum kita mengenal musiknya kita kenal
Kotanya terlebih dahulu yah…??
Bima merupakan salah satu kota yang terdapat pada Provinsi NTB, Bima memang tidak terkenal seperti Lombok dan Sumbawa yang memiliki Destinasi wisata yang banyak, tetapi Bima juga memiliki ke khasan sendiri, ia disebut sebagai Kota tepian air, karena setiap pinggiran jalan terdapat keindahan pantai yang dapat dikunjungi atau disinggahi oleh semua kalangan, dan sanak keluarga. Tidak hanya pada ikon kotanya tetapi ada beberapa alat music yang terkenal yang berada dibima, yaitu :
1.
Alat Musik Silu
Adalah
salah satu jenis alat musik dari daerah Bima Dompu. Silu termasuk jenis alat
musik aerofon tipe hobo, karena silu memiliki lidah lebih dari satu. Lidah pada
silu disebut pipi silu terdiri atas 4 lidah. Di daerah Bima ada pembagian alat
musik. Menurut pembagian tersebut, silu termasuk
golongan ufi yaitu sebuah alat musik tiup. Sedang
golongan alat musik lain adalah bo – e yaitu alat musik pukul dengan tangan
misalnya rebana. Ko – bi adalah alat musik petik misalnya gambo (
gambus). Golongan lainnya adalah toke, yaitu alat musik yang dipukul dengan alat
pemukul, misalnya genda ( gendang), Golongan yang terakhir adalah Ndiri, yaitu alat
musik gesek misalnya biola mbojo ( biola Bima). Bahan untuk membuat silu
adalah kayu sawo, perak dan daun lontar.
Pada silu tidak terdapat ornamen – ornamen, warnanya
adalah warna asli. Bahanya, kecuali wata silu dibuat mengkilat dengan cat.
Unsur musikal (suara) rupanya lebih dipentingkan daripada unsur visual estetik.
Tidak ada aturan tertentu untuk memilih bahan. Khususnya kayu sawo sebagai
bahan pokok dicari kayu sawo yang sudah tua dan dipilih yang besarnya sesuai
dengan keperluan. Dalam pembuatan silu tidak ada ukuran yang standar. Di dalam
membuat silu yang diutamakan adalah produksi suaranya. Salah satu ukuran silu, yaitu silu Goa yang terdapat di Istana Bima adalah
sebagai berikut : Panjang silu seluruhnya
mulai dari ujung pipi silu sampai
pangkalponto silu adalah
570 mm. Lebar pipi silu 15
mm, panjangnya 14 mm.Nali silu panjangnya
100 mm. Wata silu memiliki garis tengah 15 mm ( pangkal)
sedang ujungnya bergaris tengah 17 mm. Satompa silu garis tengahnya 34 mm. Penampang ponto silu garis
tengahnya 120 mm. Lubang – lubangnya bergaris tengah 4 mm. Jarak antara lubang
yang satu dengan lubang yang lainnya antara 25 – 30 mm. jarak ini tidak ada
standar karena sangat tergantung pada produksi suara yang dihasilkan.
2.
Alat Musik Sarone
Sarone adalah
sebuah alat musik tiup dari Kabupaten Bima Dompu. Alat musik ini termasuk
golongan aerofon yang berlidah. Menurut jumlah lidahnya termasuk tipe klarinet
karena lidahnya hanya satu, yang menurut bahasa setempat, lidah ini disebut
Lera. Bentuk tabungnya adalah konis ( makin lama makin besar)
Sarone, dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis
bambu kecil) dan daun lontar. Lolo dananak lolo terdiri atas bulu.. Pada lolo terdapat
6 (enam) bongkang (
lubang) di atas, dan satu lubang di bawah. Cara melubangi dilakukan dengan
menggunakan kawat besar yang dibakar. Jarak antara lubang yang satu dengan yang
lainnya diukur dengan mengambil ukuran kelilinglolo. Sedang lubang
yang ada di bawah, jaraknya ½ (setengah)dari jarak antara dua lubang diatas.
Sarone ada yang berlubang lima di atas dan ada
yang berlubang 6 (enam) di atas. Sedang lubang dibawah tetap satu. Untuk yang
mempunyai lima lubang, nada – nadanya adalah, do, re, mi, fa dan sol. Bila sarone ditup, nada do diperoleh
dengan menutup semua lubang, baik lubang diatas maupun lubang di bawah. Nada re diperoleh
dengan membuka lubang paling bawah.
Nada mi diperoleh
dengan membuka dua lubang nada fa dengan membuka tiga lubang. Sedang nada sol diperoleh
dengan menutup lubang kedua dari atas, sementara lubang – lubang yang lain
dibuka. Pada serune yang
memiliki enam lubang, bertambah satu nada yaitu nada si.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar