Disusun Oleh : Risa Nurul Ain (1400002041)
Tanti
Dwi Febrianti (1400002042)
“JAMURAN
(TEBAK-TEBAK BA BI BU)”
A.
Sejarah
Permainan
Jamuran merupakan
permainan yang berasal dari Jawa. Permainan ini diciptakan oleh Sunan Giri,
dalam rangka menyebarkan dakwah pada masa itu. Dakwah yang dimaksud terdapat
dalam filosofi dari nama permainan ini yaitu jamuran yang berasal dari kata
jamur. Jamur hanyalah tanaman yang
tumbuh dan berkembang ditempat dengan udara lembab. Kadang, jamur hanya
diasumsikan sebagai tanaman pengganggu, tetapi terdapat jamur beberapa jenis
jamur yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Maka, dapat diambil makna filosofi dari jamur bahwa hal
tersebut juga berlaku bagi kita sebagai manusia, kita dapat menjadi bermanfaat
bagi orang lain tapi bukan tidak mungkin kita dapat menjadi pengganggu bagi
pihak lain.
B.
Pengertian,
Makna, dan Karakteristik Permainan
Berdasarkan Murni
(2013) Mendefinisikan Jamuran adalah permainan yang berasal dari Jawa. Jamuran
dimainkan oleh 4-12 orang, perempuan atau campuran. Biasa dimainkan pada malam
hari, biasanya saat bulan purnama. Permainan jamuran diciptakan oleh Sunan
Giri, dalam rangka menyebarkan dakwah. Jamuran merupakan dolanan bocah
kerasi dari Sunan Giri yang merupakan salah satu anggota Wali Sanga. Rupanya
beliau menciptakan permaian itu bukan hanya semata untuk bersenang-senang namun
juga ada nilai-nilai pendidikan yang dia ajarkan seperti kebersamaan,
ketangkasan gerak sesuai dengan irama, kemampuan berekspresi, hingga kemampuan
memahami perintah. Makna pada setiap permainan ini menggambarkan seorang untuk mengusung nilai-nilai budaya dan Secara tidak langsung
permainan ini mengajarkan untuk saling bekerjasama dna peduli pada teman yang
lain. Lewat permainan ini pula kita bisa mendapat banyak teman yang ada
disekitar kita. Sudah sepantasnya permainan anak yang unik ini terus
dilestarikan bahkan dikemas dalam format yang menarik.
C.
Alat
yang Diperlukan dalam Permainan
Dalam permainan
jamuran, kita tidak membutuhkan alat atau bahan lain saat bermain. Karena,
bermain jamuran hanya membutuhkan lagu atau nyanyian yang dinyanyikan langsung
oleh para pemain, serta mengandalkan kemampuan berpikir pemain.
D.
Cara
Bermain Permainan Jamuran
Maka pada dasarnya cara bermain
Jamuran sangatlah sederhana. Diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa
yang harus jaga. Yang kalah hompimpa harus berada di lingkaran (boleh duduk
boleh berdiri), lantas sisanya membuat lingkaran besar sambil bergandengan
tangan dan menyanyikan lagu jamuran sambil bergoyang ke kiri dan ke kanan.
Begini lagunya: Jamuran, jamuran, yo ge ge thok Jamur apa, jamur apa, yo ge ge
thok Jamur payung ngrembuyung kaya lembayung Sira badhe jamur apa? Di beberapa
daerah lirik jamuran ini ada sedikit yang berbeda namun nadanya tetap sama.
Setelah lagu selesai dinyanyikan, maka anak yang berada di tengah lingkaran
akan menjawab misalnya “aku njaluk jamur kuping”. Setelah mendengar permintaan
anak yang di tengah, semuanya pun harus berubah menjadi jamur yang diminta,
jika tidak mengikuti perintah maka anak tersebut dianggap kalah dan harus
menjadi orang yang berdiri di tengah menggantikan temannya yang tadi. Permainan
ini pun biasanya akan diulang terus-menerus hingga lelah. Ada puluhan nama
jamur seperti jamur gula setangkep (harus mencari pasangan), jamur patung (diam
tak bergerak), jamur montor (berubah menjadi sepeda motor), hingga benda-benda
yang mereka inginkan seperti jamur manuk (pura-pura terbang seperti burung),
jamur kursi (menjadi tempat duduk), atau jamur ndondok (duduk jongkok). Nah
disinilah kecerdasan diperlukan. Bagi anak-anak yang sudah biasa bermain mereka
akan tahu nama-nama jamur dan gerakan apa yang harus mereka lakukan. Namun bagi
anak yang agak terlambat dalam berpikir atau baru saja bermain biasanya dia
tidak bisa memahami perintah dan selalu kalah.




E.
Manfaat
yang diperoleh dan Nilai yang Dikembangkan
Permainan tradisional, selain
sebagai hiburan dan ajang permainan, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap
perkembangan anak, salah satunya adalah anak-anak lebih berbahagia, serta
memiliki pengalaman masa kecil yang menyenangkan, yang kelak dapat diceritakan
pada anak-cucu mereka. Berikut ini merupakan manfaat permainan tradisional
anak-anak :
1.
Anak menjadi lebih kreatif, permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Mereka
menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para
pemain. Hal tersebut mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan
alat-alat permainan.
2.
Mengembangkan kecerdasan musikal anak, nyanyian atau bunyi-bunyian sangat akrab pada permainan tradisional.
3.
Mengembangkan kecerdasan
spiritual anak, dalam permainan tradisional mengenal konsep menang
dan kalah. Namun menang dan kalah ini tidak menjadikan para pemainnya
bertengkar atau minder. Bahkan ada kecenderungan, orang yang sudah bisa
melakukan permainan mengajarkan tidak secara langsung kepada teman-temannya
yang belum bisa.
4.
Mengembangkan kecerdasan kinestetik anak, pada umumnya, permainan tradisional mendorong para pemainnya untuk bergerak,
seperti melompat, berlari, menari, berputar, dan gerakan-gerakan lainnya.
5.
Mengembangkan kecerdasan
intelektual anak, permainan ini
akan menggali wawasan anak terhadap beragam pengetahuan.
6.
Mengembangkan kecerdasan emosi dan antar personal anak, maka akan
mengasah emosi anak sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain, nyaman dan terbiasa dalam kelompok. mengembangkan sikap bekerja sama dengan kawan memupuk rasa setia kawan memupuk sikap sportif
mengasah emosi anak sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain, nyaman dan terbiasa dalam kelompok. mengembangkan sikap bekerja sama dengan kawan memupuk rasa setia kawan memupuk sikap sportif
F.
Aspek
yang Dikembangkan dalam Permainan
Dari
permainan jamuran diatas bila dihubungkan dengan aspek-aspek perkembangan anak
yang berusia 3 sampai dengan 4 tahun ada beberapa indikator perkembangan anak
yang dapat distimulus. Berikut aspek perkembangan dan beberapa indikator
perkembangan anak usia 3-4 yahun yang dapat distimulus oleh permainan jamuran.
Menurut Angga (2014)
- Aspek Moral
Dan Nilai-Nilai Agama
a.
Menyebut contoh ciptaan Tuhan secara sederhana (dengan
mengambil tema jamurnya mengenai ciptaan-ciptaan Tuhan… misalnya tema nama
-nama hewan)
- Aspek
Sosial, Emosional Dan Kemandirian
a.
Senang bermain dengan teman
b.
Mau bekerja dalam kelompok
c.
Berkomunikasi dengan orang-orang yang ditemuinya
d.
Meminta perhatian dengan mengangkat tangan, membuat
permintaan verbal, atau cara lainnya (dengan permintaan dengan meneriakan nama
jamur)
e.
Menunjukkan ekspresi emosi ketika mengalami
ketidaknyamanan
f.
Menunjukkan ekspresi emosi ketika mengalami
kegembiraan
- Aspek
Bahasa
a.
Mengikuti dua atau lebih petunjuk/perintah
b.
Mengikuti petunjuk dari lagu untuk melakukan gerakan
c.
Berbicara dengan kalimat sederhana dan jelas
d.
Menyanyikan lagu sederhana
- Aspek
Kognitif
a.
Menunjukkan bentuk geometri (lingkaran)
b.
Membedakan posisi suatu benda (luar-dalam)
c.
Mengikuti perintah tentang posisi (Contoh:
berdiri di tengah lingkaran)
- Aspek Fisik
/ Motorik
a.
Meniru gerakan binatang, pohon dan benda-benda di
sekitar
b.
Berjalan dengan berbagai variasi seperti berjalan
membentuk lingkaran
- Aspek Seni
a.
Bergerak mengikuti irama musik
b.
Menggerakan kepala, tangan, kaki mengikuti irama musik
c.
Meniru gerakan binatang, dan benda-benda lainnya,
d.
Menciptakan gerakan binatang, tanaman dan benda-benda
sesuai dengan imajinasinya
e.
Menyanyikan lagu (lagu jamuran)
- Pengembangan
Permainan
Permainan yang
telah dimodifikasi atau dikembangan tidak jauh berbeda dengan permainan
aslinya. Hanya saja, setelah para pemain menyanyikan lagu jamuran, anak yang
berada di tengah akan memilih satu dari jenis-jenis jamur yang telah
disepakati, misalnya jamur jengger, jamur putri malu, dan jamur merang. Jika
anak yang berada di dalam lingkaran memilih jamur jengger, maka salah satu anak
yang membentuk lingkaran akan memperagakan gerakan hewan tertentu atau
mendiskripsikan hewan tersebut yang harus ditebak oleh anak yang berada dalam
lingkaran, dapat juga sebaliknya. Jamur putri malu untuk nama-nama bunga, dan
jamur merang untuk nama-nama buah.
Jika anak yang berada
dalam lingkaran mampu menjawab atau menebak, maka posisinya akan digantikan
oleh anak yang memberikan pertanyaan. Setiap anak mendapat giliran untuk
memberikan pertanyaan sesuai dengan kesepakatan pada awal permainan.
Daftar
Pustaka
Angga.
2014. “ Stimulasi Perkembangan Anak Melalui Dolanan Jamuran” (online), https://anggasnote.wordpress.com/2014/10/10/stimulasi-perkembangan-anak-melalui-dolanan-jamuran/.
Diakses tanggal 09 Juni 2016.
Murni
Elizabeth. 2013. “ Jamuran, Dolanan yang Mulai Terlupakan”. (Online), http://www.kompasiana.com/sash/jamuran-dolanan-bocah-yang-mulai-terlupakan_55301f4a6ea834d32e8b458.
Diakses tanggal 10 juni
2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar